adityawarmanfw

Percakapan

Percakapan kecil ini terjadi di tempat yang jauh. Saya hanya kebetulan dengar cerita tentang percakapan ini dan lalu mencoba menuliskannya…

Percakapan kecil ini terjadi di tempat yang jauh. Saya hanya kebetulan dengar cerita tentang percakapan ini dan lalu mencoba menuliskannya. Tapi anggap saja percakapan ini terjadi antara aku dan kamu.

Begini:

“Kenapa mesti diam saja melihat penindasan di mana-mana? Mengapa tak mau bergerak dan berjuang sama-sama? Saudara-saudara kita sedang diperlakukan semena-mena oleh manusia-manusia bengis.”

“Ah, sudahlah. Biarkan saja itu. Sudah jadi hal wajar, kan. Lagipula bukan urusan kita. Itu urusan dan permasalahan orang lain. Kan bukan kita yang diperlakukan seperti itu? Urus diri sendiri saja belum benar.”

“Ya memang secara langsung bukan urusan kita. Tapi itu sekaligus juga jadi urusan orang banyak. Lagipula, manusia kan mesti tolong-menolong? Bukankah menolong dan berjuang sama-sama itu ibadah?”

“Jangan ikut campur urusan orang kubilang. Tapi, kalau kau kukuh, kubilang kita tunggu saja nanti Tuhan kirim orang. Ingat, Tuhan Maha Baik dan Maha Kuasa. Ia pasti akan mengirim utusannya untuk menolong manusia. Macam kita baiknya sabar saja.”

LALU AKU pergi menjauh. Bingung sekali. Aku pergi. Ke tempat yang sepi. Hatiku berkecamuk. Tak karuan.

Di tempat itu, aku bertanya pada Tuhan:

“Tuhan, Kau Maha Baik. Tapi manusia-manusiamu tidak. Aku tak tahan lagi dengan dunia macam begini. Dan lagi, siapa lagi sebenarnya yang mesti kita tunggu? Jika memang tak ada, Tuhanku yang Maha Baik, pergunakanlah aku. Bila tak ada lagi yang Kau utus untuk turun ke dunia, maka pergunakanlah aku!”